MENGHIDUPKAN LITERASI DESA PROGRAM KKN SEBAGAI PENGGERAK BUDAYA BACA DI DESA TONRONG RIJANG

Authors

  • Ardianto Asri Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Suharni Suharni Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Auliyana Auliyana Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Saldiansyah Rusli Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Mutia Multasyam Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Faiz Dito Setiawan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Nasrullah Nasrullah Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Keywords:

literasi, perpustakaan desa, KKN Desa Tonrong Rijang

Abstract

Rendahnya minat baca dan terbatasnya fasilitas literasi masih menjadi tantangan dalam pengembangan sumber daya manusia di tingkat desa. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 78 di Desa Tonrong Rijang, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang hadir sebagai upaya untuk menghidupkan kembali budaya literasi masyarakat melalui pembenahan dan pengadaan fasilitas perpustakaan desa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan minat baca, menyediakan akses pengetahuan yang lebih mudah, serta menciptakan ruang belajar yang nyaman bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif atau Participatory Approach. Mitra dilibatkan aktif mulai tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Tahapan kegiatan meliputi observasi lapangan, sosialisasi program literasi, pengadaan buku, penataan ruang perpustakaan, serta pelaksanaan kegiatan edukatif bersama masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan membaca dan pemanfaatan perpustakaan desa sebagai sarana belajar dan pengembangan wawasan. Keterlibatan aktif masyarakat dan aparat desa menjadi faktor pendukung keberhasilan program literasi ini. Program “Menghidupkan Literasi Desa” diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya membaca yang berkelanjutan di Desa Tonrong Rijang serta mendorong peningkatan kualitas pendidikan masyarakat desa.

References

Arikunto, S. (2010). Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Barton, D. (2007). Literacy: An Introduction to the Ecology of Written Language (2nd ed.). Oxford: Blackwell Publishing.

Freire, P. (1970). Pedagogy of the Oppressed. New York: Herder and Herder.

Gilster, P. (1997). Digital Literacy. New York: Wiley.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Reason, P., & Bradbury, H. (Eds.). (2008). The SAGE Handbook of Action Research: Participative Inquiry and Practice (2nd ed.). London: SAGE Publications.

Sukmana, O. (2019). Gerakan Literasi Masyarakat: Studi Kasus Taman Baca Masyarakat di Jawa. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 4(2), 145-162.

Supriyanto, B. (2018). Model KKN Berbasis Kebutuhan Komunitas: Pendekatan Partisipatif dalam Pengabdian Perguruan Tinggi. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 24(1), 55-68.

UNESCO. (2017). Literacy Rates Continue to Rise from One Generation to the Next. UNESCO Fact Sheet No. 45. Paris: UNESCO Institute for Statistics.

UNESCO. (2018). A Global Framework of Reference on Digital Literacy Skills for Indicator 4.4.2. Information Paper No. 51. Montreal: UNESCO Institute for Statistics.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Downloads

Published

2026-06-15

How to Cite

Asri, A., Suharni, S., Auliyana, A., Rusli, S., Multasyam, M., Setiawan, F. D., & Nasrullah, N. (2026). MENGHIDUPKAN LITERASI DESA PROGRAM KKN SEBAGAI PENGGERAK BUDAYA BACA DI DESA TONRONG RIJANG . Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(03), 1115–1121. Retrieved from https://gembirapkm.my.id/index.php/jurnal/article/view/1865

Issue

Section

Articles