TRADISI PIDAKAN: MAKNA DAN FUNGSI SOSIAL DALAM RITUAL KEMATIAN MASYARAKAT DESA DEMANGAN
Keywords:
Tradisi Pidakan; , Ritual Kematian; ., Makna Simbolik; , Fungsi Sosial; , Kearifan LokalAbstract
Ritual kematian merupakan bagian penting dari kehidupan sosial-keagamaan masyarakat yang tidak hanya berfungsi sebagai penghormatan terakhir bagi yang meninggal, tetapi juga sebagai perekat solidaritas sosial. Salah satu tradisi yang hingga kini masih dilestarikan adalah tradisi Pidakan di Dusun Demangan Tengah, Desa Demangan, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, yang belum banyak dikaji secara akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna simbolik dan fungsi sosial tradisi Pidakan sebagai bagian dari ritual kematian masyarakat Desa Demangan. Penelitian menggunakan pendekatan fenomenologi dengan metode deskriptif-kualitatif, melalui teknik observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan tokoh agama setempat, serta studi kepustakaan, yang dianalisis menggunakan model reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Pidakan yang terdiri atas salat qobliyah dua rakaat dan zikir syahadat tauhid seribu kali memiliki makna religius-spiritual sebagai media doa kolektif bagi arwah yang meninggal, sekaligus fungsi sosial sebagai sarana solidaritas, gotong royong, modal sosial, dan pendidikan nilai nonformal lintas generasi. Keterlibatan mahasiswa KKN dalam pendokumentasian tradisi ini turut berkontribusi terhadap upaya pelestarian kearifan lokal di tengah tantangan modernisasi. Penelitian ini disimpulkan bahwa tradisi Pidakan berperan penting sebagai institusi religius sekaligus sosial yang memperkuat kohesi masyarakat Desa Demangan dan perlu terus didokumentasikan agar nilainya tidak hilang seiring pergeseran zaman.
References
Ciptaningrum, A. N., Arzan, A. B., Fadia, A. N., & Wirmaningsih, D. (2022). Etnobotani Tanaman Pada Ritual Kematian di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan ( Ethnobotany of Death Rituals Plants in Setu Babakan Betawi Cultural Village ). Prosiding Seminar Nasional Biologi, 2(1), 126–138. https://doi.org/https://doi.org/10.24036/prosemnasbio/vol2/376
Febriyanti, S., Andriani, R., & Sutopo, A. (2023). Kearifan Lokal dalam Membentuk Identitas Budaya Masyarakat Indonesia. Jurnal Sosia. Jurnal Sosial Budaya, 2(10), 100–115.
Halimatus, N., Aida, U., & Nurfanisa, F. A. (2023). Tahlil Kematian Sebagai Tradisi Dalam Ajaran Islam Perspektif M. Quraish Shihab. Risalah: Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 9(3), 1182–1192. https://doi.org/https://doi.org/10.31943/jurnal_risalah.v9i3.551
Handayani, D., & Widyastuti, R. (2022). Revitalisasi Nilai Gotong Royong Melalui Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 3(11), 210–218.
Hidayati, W., Sulistiyani, N., Sutrisno, W., & Wijaya, A. (2021). TRADISI BARITAN: Sebuah Upaya Harmonisasi Dengan Alam Pada Masyarakat Dieng Widi Hidayati 1 , Novi Sulistiyani 2 , Wahyu Sutrisno 3 , Atika Wijaya 4. SOLIDARITY: Journal of Education, Society and Culture, 10(1), 121–129.
Janah, N. A. (2021). Makna Dan Nilai Filosofi Budaya Jawa Dalam Peringatan Hari Kematian (Studi Kasus di Desa Balapulang Wetan Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal). 1–59.
Jeriano, P., Marthinus, Rofinus, Yovita, & Veroyanti. (2026). Makna Dan Proses Ritual Kematian Pada Masyarakat Manggarai Nusa Tenggara Timur ( NTT ). IPSSJ: Integrative Perspectives of Social and Science Journal, 3(7), 133–140.
Kumaidi, & Fahrudi, E. (2023). Interaksi Sosial Makna Simbolik Tradisi Ruwatan Masyarakat Jawa. Al-Kamal: Jurnal Kajian Islam, 3(2), 119–126. https://ejournal.staika.ac.id/index.php/alkamal/article/view/alkalam
Mudzhar, M. A. (1998). Pendekatan Studi Islam Dalam Teori dan Praktek. Pustaka Pelajar.
Nawawi. (2022). Bonokeling Dalam Gelombang Puritanisme. In Pustaka Senja.
Oktaviani, H. R., Rofi, M. R., Agung, A. B., Novianti, W., & Runtiko, A. G. (2026). Menggali Makna dalam Ritual Kematian Komunitas Adat Bonokeling di Desa Pekuncen , Jawa Tengah. Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, Dan Sosial Budaya, 32(1), 765–777. https://doi.org/10.33503/paradigma.v32i1.3395
Rahayu, I., Friantary, H., & Andra, V. (2022). Analisis Bentuk, Makna dan Fungsi Tradisi Tedak Siten dalam Masyarakat Jawa di Dusun Purwodadi Desa Ciptodadi Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan. JPI: Jurnal Pustaka Indonesia, 2(2), 35–50. https://doi.org/https://doi.org/10.62159/jpi.v2i3.418
Rahman, M. A., Setiyani, W., & AlGayyar, S. S. (2024). Makna Simbolik Tradisi Lokal dalam Kehidupan Sosial Masyarakat. PERSEPTIF: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2(2), 75–81. https://doi.org/https://doi.org/10.70716/perseptif.v2i2.394
Ramadhan, A. M., Arifin, S., Arum, D. S., Hardiyanti, M. T., Mardikaningsih, R., Wulandari, Nuraini, R., & Hariani, M. (2024). Gotong Royong Untuk Memperkuat Solidaritas Dalam Kehidupan Masyarakat Dusun Batu Ampar Desa Tambaklekok. 2, 306–312.
Rifai, M., Berutu, L., Panjaitan, T. J. T., Masyitoh, M., & Tresno. (2026). Dinamika Peran Dalam Tradisi Mengerumbang di Tengah Perubahan Sosial Masyarakat Pakpak. JISA: Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama, 9(1), 282–302.
Rohmah, D. F., & Legowo, M. (2022). Fenomena Lunturnya Tradisi Jawa Dalam Bidang Fashion Akibat Modernisasi. Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia, 2(2), 69–74. https://doi.org/10.52436/1.jishi.40
Rohman, M. A., & Suryani, E. (2022). Kearifan Lokal dalam Tradisi Gotong Royong sebagai Modal Sosial Masyarakat Desa.
Sari, S. A., Fitriyana, N., Nugroho, & Cholidin, N. (2021). Makna Simbolik Tujuh Umbut Dalam Tradisi Nujuh Hari Pasca Kematian Pada Masyarakat Desa Karang Tanding Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Pati. Jurnal Studi Agama, 5(2), 38–55. https://www.academia.edu/download/116343120/4215.pdf
Sekarini, R. A., Wibowo, F. E., & Yunas, F. (2023). Transformasi Gotong Royong dengan Digitalisasi Pada Generasi Z di Kabupaten Tanggerang Transforming Gotong Royong with Digitalization Generation Z in Tanggerang Regency Abstract 2023 ). Dalam menegakkan Tradisi Kerja Bakti Sebagai Bentuk. Jurnal ABDIMAS Le Mujtamak, Vol III No, Hal.1-13.
Sidiq Nopal, Kaka Kiki, Bunga Bely, Yuni Nova, Fely Asry, & Aprina Puspita. (2025). Pelestarian Kearifan Lokal melalui Sekujang: Pengabdian Mahasiswa KKN UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu di Desa Simpang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 3(4), 2827–2833. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.874
Syawaluddin, W. H., & Wanto, S. (2025). Tradisi Batu Qulhu dalam Masyarakat: Studi Terhadap Surah Al-Ikhlas Menurut Tafsir Al-Azhar. Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial Dan Sains, 14(2), 308–319. https://doi.org/10.19109/intelektualita.v14i2.30340
Ubaidillah, A. P. Al, & Setyawan, B. W. (2021). Pengaruh Budaya Dan Tradisi Jawa Terhadap Kehidupan Sehari-Hari Pada Masyarakat Di Kota Samarinda. Jurnal Adat Dan Budaya Indonesia, 3(2), 67–73. https://doi.org/10.23887/jabi.v3i2.38310
Wulan, D. A. (2024). Perwujudan nilai sosial dan pelestarian budaya dalam ritual bersih desa Tlogomas Malang: tinjauan antropolinguistik. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 7(4), 673–682. https://doi.org/10.30872/diglosia.v7i4.1067
Zakiya, N., & Hariyadi, S. (2022). Nilai Budaya Kolektivisme dan Perilaku Asertif pada Suku Jawa. Journal of Social and Industrial Psychology, 2(11), 62–71.
Zikir fida atau fidaan zikir tebusan. (2014). Pustaka Muhibbin. http://pustakamuhibbin.blogspot.com
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Marzuqoh Nabilah Firyal, Pasha Oktavia Mudiatama, Adinda Widiya Putri, Aditiya Sholihin, Zidena Kamila Nur Farida, Riris Resti Fani, Siti Mubarokah, Alfan Nur Alif, Fitakhul Frediansyah, Jovanka Ayodhia Syafanda Aura, Annis Amjad Ufairoh Mardiyah Zahidah, Rizqi Lutfiyani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















