EDUKASI "PENDAMPING SIAGA": PERAN LANSIA DALAM DETEKSI DINI DEPRESI PASCA-MELAHIRKAN (POSTPARTUM DEPRESSION) ANAK/MENANTU

Authors

  • Dewi Hestiani K Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhayangkara
  • Fakhrun Nisa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhayangkara
  • Fardi Fardi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhayangkara
  • Rezeki Nur Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhayangkara

Keywords:

Depresi Pasca-Melahirkan,, Dukungan Keluarga, Deteksi Dini PPD.

Abstract

Kesehatan jiwa maternal, khususnya Postpartum Depression (PPD), masih belum mendapatkan perhatian berimbang di tingkat pelayanan kesehatan masyarakat pedesaan. Dalam struktur budaya di Kabupaten Polewali Mandar, lansia memegang peran sentral dalam pengasuhan nifas (grandparenting), namun literasi mereka terkait deteksi dini gangguan emosional nifas masih sangat terbatas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia di Desa Bonra, Kecamatan Mapilli, melalui penyuluhan kesehatan "Pendamping Siaga" menggunakan media visual yang ramah lansia. Kegiatan edukasi interaktif ini dilaksanakan dalam satu kali tatap muka berdurasi 120 menit dengan melibatkan 35 orang lansia wanita yang dipilih secara purposive sampling. Evaluasi pengetahuan peserta dilakukan secara kuantitatif melalui pengukuran pre-test dan post-test menggunakan kuesioner bergambar yang dibacakan langsung oleh tim pelaksana. Hasil analisis uji beda berpasangan (paired t-test) menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada rerata skor pengetahuan lansia, dari 42,85% sebelum intervensi menjadi 81,42% setelah penyuluhan (p < 0,001). Lansia berhasil memahami perbedaan baby blues dan PPD, mengenali tanda bahaya emosional nifas, serta mempraktikkan bentuk komunikasi empati. Penguatan literasi kesehatan jiwa maternal bagi lansia terbukti efektif menciptakan lingkungan keluarga yang kondusif bagi ibu nifas, yang secara tidak langsung mendukung keberhasilan ASI eksklusif dan pencegahan stunting berbasis keluarga. Pihak Puskesmas dan Pemerintah Desa disarankan untuk mengintegrasikan materi ini ke dalam program rutin Posyandu Lansia.

References

BKKBN. (2024). Siaran pers layanan kesehatan mental perinatal Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia & Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar. (2023). Laporan capaian program kesehatan ibu dan anak (KIA) Kabupaten Polewali Mandar. Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar.

Fatmawati, F., & Ridwan, R. (2021). Peran budaya dan dukungan keluarga dalam pengasuhan anak di Sulawesi Barat. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Masyarakat, 9(2), 115–124.

Gaudet, C., Samarasinghe, C., & Patel, V. (2021). Prevalence and determinants of postpartum depression in developing countries. International Journal of Nursing Studies, 118, 103–112.

Kemenkes RI. (2023). Hasil survei status gizi Indonesia (SSGI) 2022. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Puskesmas Mapilli. (2023). Data profil posyandu dan kesehatan lansia wilayah kerja Puskesmas Mapilli. Puskesmas Mapilli.

Rahmandani, A., Hastuti, R. P., & Ningsih, S. (2022). Dampak depresi nifas terhadap keberhasilan ASI eksklusif dan tumbuh kembang bayi. Jurnal Keperawatan Maternitas, 10(1), 45–53.

Sari, R. P., Handayani, S., & Utami, T. (2022). Peningkatan literasi kesehatan mental ibu pasca-melahirkan pada masyarakat desa. Abdi Mahosada Journal, 3(2), 88–96.

UNICEF. (2023). Maternal mental health and child nutrition report. United Nations Children's Fund.

World Health Organization. (2020). Guide for integration of perinatal mental health in maternal and child health services. World Health Organization.

Downloads

Published

2026-08-15

How to Cite

Hestiani K, D., Nisa, F., Fardi, F., & Nur, R. (2026). EDUKASI "PENDAMPING SIAGA": PERAN LANSIA DALAM DETEKSI DINI DEPRESI PASCA-MELAHIRKAN (POSTPARTUM DEPRESSION) ANAK/MENANTU. Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(04), 2541–2549. Retrieved from https://gembirapkm.my.id/index.php/jurnal/article/view/2265