PENGENALAN LINGUISTIK FORENSIK MAHASISWA STIKES BHAYANGKARA MAKASSAR SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN BERITA HOAKS DI KALANGAN MAHASISWA

Authors

  • Muh. Saleh S STIKES Bhayangkara Makassar

Keywords:

Linguistik forensik, mahasiswa, hoaks, literasi digital

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tentang pengenalan linguistik forensik sebagai upaya preventif terhadap penyebaran berita hoaks berhasil meningkatkan pemahaman dan kesadaran kritis mahasiswa STIKES Bhayangkara Makassar dalam menyikapi informasi di media digital. Melalui pendekatan ceramah interaktif, Focus Group Discussion (FGD), dan simulasi analisis teks, peserta mampu mengenali karakteristik kebahasaan berita hoaks serta menerapkan langkah-langkah sederhana untuk memverifikasi keaslian informasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa linguistik forensik merupakan pendekatan edukatif yang efektif dalam memperkuat literasi digital dan membangun budaya berpikir kritis di kalangan mahasiswa. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari program literasi digital di perguruan tinggi guna mendukung terciptanya masyarakat akademik yang cakap, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan serta menyebarkan informasi.

References

Buckingham, D. (2015). Defining digital literacy—What do young people need to know? Nordic Journal of Digital Literacy.

Coulthard, M., Johnson, A., & Wright, D. (2017). An introduction to forensic linguistics: Language in evidence (2nd ed.). London: Routledge.

Crystal, D. (2019). The Cambridge encyclopedia of the English language (3rd ed.). Cambridge: Cambridge University Press.

Gibbons, J. (2018). Forensic linguistics: An introduction to language in the justice system. Oxford: Blackwell.

Houtman, H., et al. (2023). Penyuluhan linguistik forensik sebagai antisipasi bahaya cyber crime di media sosial. Wahana Dedikasi: Jurnal PKM Ilmu Kependidikan. https://doi.org/10.31851/dedikasi.v6i2.13487.

Joharsah, J., Kartika, R., & Kusyani, D. (2025). Analisis linguistik forensik sebagai alat bukti dalam kasus cyberbullying oleh generasi Z. Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. https://doi.org/10.19105/ghancaran.vi.21727.

Mc Menamin, G. (2018). Forensic linguistics: Advances in forensic stylistics. Boca Raton: CRC Press.

Olsson, J., & Luchjenbroers, J. (2019). Forensic linguistics (3rd ed.). London: Bloomsbury.

Pakaya, U., Rumampuk, R. P., & Nusi, M. P. A. (2025). Linguistik forensik: Teori dan aplikasi dalam analisis bahasa. Yogyakarta: KBM Indonesia.

Saifullah, A. R. (2020). Linguistik forensik di era digital. Bandung: Telkom University Press.

Salsabila, A. A., Dewi, D. A., & Hayat, R. S. (2023). Pentingnya literasi di era digital dalam menghadapi hoaks di media sosial. Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa. https://doi.org/10.58192/insdun.v3i1.1775.

Tarigan, D. M. B., Monika, S., Sauhenda, A. F., & Wahyuniar. (2024). Ujaran kebencian pada pemilu 2024 di media sosial X: Kajian linguistik forensik. Kode: Jurnal Bahasa, 13(3). https://doi.org/10.24114/kjb.v13i3.63699.

Yulianto, K. I., & Riyantie, M. (2025). Sosialisasi penguatan literasi digital bagi pelajar untuk menangkal hoaks. AJAD: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat. https://doi.org/10.59431/ajad.v5i3.629

Downloads

Published

2026-08-15

How to Cite

Saleh S, M. (2026). PENGENALAN LINGUISTIK FORENSIK MAHASISWA STIKES BHAYANGKARA MAKASSAR SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN BERITA HOAKS DI KALANGAN MAHASISWA. Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(04), 1971–1983. Retrieved from https://gembirapkm.my.id/index.php/jurnal/article/view/2143