PSIKOEDUKASI REGULASI EMOSI BERPERSPEKTIF GENDER BAGI PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR

Authors

  • Faizul Izwan Purwanto Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
  • Nerri Java Ayuningtyas UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
  • Fatimatus Zahro Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Keywords:

Psikoedukasi, , emosi, , gender, , sekolah dasar

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang memberikan kesempatan untuk berkontribusi melalui kegiatan edukatif sesuai dengan kebutuhan lingkungan. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Desa Tugu, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung adalah psikoedukasi dengan tema “Mengenal dan Mengelola Perasaan Tanpa Aturan Gender”. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih adanya pandangan dalam lingkungan sosial yang mengaitkan cara seseorang mengekspresikan emosi dengan jenis kelamin, seperti anggapan bahwa laki-laki harus selalu kuat dan tidak boleh menangis, sedangkan perempuan dianggap lebih wajar dalam menunjukkan perasaan. Psikoedukasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai berbagai macam emosi, pentingnya mengenali dan menerima perasaan, serta cara mengelola emosi secara sehat tanpa dibatasi oleh stereotip gender. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan psikoedukatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, pengenalan berbagai ekspresi emosi, permainan edukatif, dan refleksi. Materi yang diberikan meliputi pengenalan emosi dasar, pemahaman bahwa setiap individu dapat mengalami berbagai macam perasaan, perbedaan antara merasakan dan melampiaskan emosi, serta strategi sederhana dalam mengelola perasaan. Melalui kegiatan ini, peserta diarahkan untuk memahami bahwa emosi merupakan bagian alami dari pengalaman manusia yang dapat dirasakan oleh siapa saja tanpa memandang jenis kelamin. Kegiatan psikoedukasi ini diharapkan dapat meningkatkan literasi emosi peserta, membangun penerimaan terhadap perasaan diri sendiri maupun orang lain, serta mendorong terbentuknya lingkungan yang lebih terbuka dalam membicarakan dan mengelola emosi.

References

Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. W. H. Freeman and Company.

Bussey, K., & Bandura, A. (1999). Social cognitive theory of gender development and differentiation. Psychological Review, 106(4), 676–713. https://doi.org/10.1037/0033-295X.106.4.676.

Chaplin, T. M. (2015). Gender and emotion expression: A developmental contextual perspective. Emotion Review, 7(1), 14–21. https://doi.org/10.1177/1754073914544408.

Chaplin, T. M., & Aldao, A. (2013). Gender differences in emotion expression in children: A meta-analytic review. Psychological Bulletin, 139(4), 735–765. https://doi.org/10.1037/a0030737.

Chaplin, T. M., & Aldao, A. (2013). Gender differences in emotion expression in children: A meta-analytic review. Psychological Bulletin, 139(4), 735–765. https://doi.org/10.1037/a0030737.

Eisenberg, N., Spinrad, T. L., & Eggum, N. D. (2010). Emotion-related self-regulation and its relation to children's maladjustment. Annual Review of Clinical Psychology, 6, 495–525. https://doi.org/10.1146/annurev.clinpsy.121208.131208

Eisenberg, N., Spinrad, T. L., & Eggum, N. D. (2010). Emotion-related self-regulation and its relation to children's maladjustment. Annual Review of Clinical Psychology, 6, 495–525. https://doi.org/10.1146/annurev.clinpsy.121208.131208

Gross, J. J. (2015). Emotion regulation: Current status and future prospects. Psychological Inquiry, 26(1), 1–26. https://doi.org/10.1080/1047840X.2014.940781

Hurlock, E. B. (1998). Perkembangan anak (Jilid 2, terj. Meitasari Tjandrasa). Erlangga.

Indrijati, H., dkk. (2017). Psikologi perkembangan dan pendidikan anak usia dini: Sebuah bunga rampai. Prenada Media.

Intan, R., Kurniawati, F., & Handayani, E. (2018). Pelatihan emotion coaching untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam merespon momen emosional anak usia 4–5 tahun. Jurnal Pendidikan Anak, 7(1), 40–52. https://doi.org/10.21831/jpa.v7i1.24444

Root, A. K., & Rubin, K. H. (2010). Gender and parents' reactions to children's emotion during the preschool years. New Directions for Child and Adolescent Development, 2010(128), 51–64. https://doi.org/10.1002/cd.268

Santrock, J. W. (2019). Life-span development (17th ed.). McGraw-Hill Education.

Thompson, R. A. (1994). Emotion regulation: A theme in search of definition. Monographs of the Society for Research in Child Development, 59(2–3), 25–52. https://doi.org/10.1111/j.1540-5834.1994.tb01276.x

UNICEF. (2021). Gender transformative education: Reimagining education for a more just and inclusive world. UNICEF.

UNICEF. (2022). Dismantling stereotypes in media and advertising to drive equality for children. UNICEF.

UNICEF. (2022). Tackling gender inequality from the early years: Strategies for building a gender-transformative pre-primary education system. UNICEF Innocenti – Global Office of Research and Foresight.

Woolfolk, A. (2016). Educational psychology (13th ed.). Pearson.

Downloads

Published

2026-10-15

How to Cite

Purwanto , F. I., Java Ayuningtyas, N., & Zahro, F. (2026). PSIKOEDUKASI REGULASI EMOSI BERPERSPEKTIF GENDER BAGI PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR. Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(05), 2673–2682. Retrieved from https://gembirapkm.my.id/index.php/jurnal/article/view/2117