GALON KOMPOSTER SEBAGAI INOVASI SEDERHANA DALAM PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA
Keywords:
Gallon Composter, Organic Waste, Community Service, Waste ManagementAbstract
Pengolahan sampah organik yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga masih menjadi tantangan di masyarakat terutama karena rendahnya kesadaran masyarakat dalam pemilahan dan pengolahan sampah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah organik melalui pemanfaatan galon bekas sebagai komposter sederhana. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi mengenai pengolahan sampah organik dan praktik pembuatan galon komposter yang melibatkan ibu rumah tangga, ibu anggota KWT dan masyarakat Desa Kaliputih Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya pemilahan sampah organik dan mampu membuat serta mengoprasikan galon komposter secara mandiri. Selain itu, kegiatan ini memberikan dampak positif berupa meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pengolahan sampah organik dan pemanfaatan kompos sebagai pupuk tanaman. Dengan demikian, galon komposter dapat menjadi solusi sederhana, ekonomis, dan ramah lingkungan dalam mendukung pengolahan sampah rumah tangga secara berkelanjutan.
References
Adibah, L. N., Putri Hartanto, D. N. R., Saputri, N. J. F., Rois, I., Sari, L. P., & Hayati, E. (2025). Pelatihan pembuatan komposter galon pupuk organik ramah lingkungan (GAPURA) sebagai inovasi pengolahan sampah organik di Dusun Beran, Jetis, Bantul. Jurnal Abdimas Kesehatan, 8(2). https://doi.org/10.36565/jak.v8i2.1100
Adhikari, B. K., Barrington, S., Martinez, J., & King, S. (2009). Effectiveness of three bulking agents for food waste composting. Waste Management, 29(1), 197–203. https://doi.org/10.1016/j.wasman.2008.04.001
Asteria, D., & Heruman, H. (2016). Bank sampah sebagai alternatif strategi pengolahan sampah berbasis masyarakat. Jurnal Manusia dan Lingkungan, 23(1), 136–141. https://doi.org/10.22146/jml.18783
Bernal, M. P., Alburquerque, J. A., & Moral, R. (2009). Composting of animal manures and chemical criteria for compost maturity assessment. Bioresource Technology, 100(22), 5444–5453. https://doi.org/10.1016/j.biortech.2008.11.027
Chen, Y., Cheng, J. J., & Creamer, K. S. (2008). Inhibition of anaerobic digestion process: A review. Bioresource Technology, 99(10), 4044–4064. https://doi.org/10.1016/j.biortech.2007.01.057
Huang, G. F., Wong, J. W. C., Wu, Q. T., & Nagar, B. B. (2002). Effect of C/N ratio on composting of pig manure with sawdust. Bioresource Technology, 85(1), 69–77. https://doi.org/10.1016/S0960-8524(02)00138-1
Insam, H., & de Bertoldi, M. (2007). Microbiology of the Composting Process. https://doi.org/10.1007/978-3-540-48820-3_3
Kaza, S., Yao, L., Bhada-Tata, P., & Van Woerden, F. (2018). What a Waste 2.0: A Global Snapshot of Solid Waste Management to 2050. World Bank. https://doi.org/10.1596/978-1-4648-1329-0
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2023). Sistem Informasi Pengolahan Sampah Nasional (SIPSN). https://sipsn.menlhk.go.id/sipsn/
Lim, S. L., Lee, L. H., & Wu, T. Y. (2016). Sustainability of using composting for organic waste management. Journal of Environmental Management, 169, 220–237. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2016.01.005
Putra, I. K. A., Putra, I. P. S. A., Setiawan, I. M. D., Wardika, I. W. G., Peradhayana, W. S., & Putri, N. W. S. (2022). Pelatihan pembuatan biokomposter dan pengolahan sampah organik menjadi pupuk organik cair (POC) di Sekolah Dasar Negeri 17 Kesiman. Jurnal Widya Laksana, 11(2), 280–288. https://doi.org/10.23887/jwl.v11i2.38373
Seme, A. K., Antoh, A. B., Marasabessy, D., Way, J. R., & Kumune, R. R. (2025). Pembuatan alat komposter dan Takakura untuk mengolah sampah organik: Metode pengolahan sampah organik. Casuarina: Environmental Engineering Journal, 2(2), 79–84. https://doi.org/10.33506/ceej.v2i2.4348
Suharno, & Sujarta, P. (2020). Pelatihan pembuatan perangkat komposter untuk produksi pupuk organik. Jurnal Pengabdian Papua, 5(2), 74–79. https://doi.org/10.31957/jpp.v5i2.1327
Sundberg, C., Smårs, S., & Jönsson, H. (2004). Low pH as an inhibiting factor in the transition from mesophilic to thermophilic phase in composting. Bioresource Technology, 95(2), 145–150. https://doi.org/10.1016/j.biortech.2004.01.016
Teke, J., Kahirun, K., Kete, S. C. R., Qadri, M. S., Davik, D., Indriyani, L., Bana, S., Gandri, L., Tuwu, E. R., Fitriani, V., & Teke, S. (2026). Pemberdayaan Dasawisma Tulip melalui Pengolahan Sampah Organik Berbasis Komposter Sederhana. GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 10(1), 431–444. https://doi.org/10.31571/gervasi.v10i1.9962
Tiquia, S. M. (2005). Microbiological parameters as indicators of compost maturity. Journal of Applied Microbiology, 99(4), 816–828. https://doi.org/10.1111/j.1365-2672.2005.02673
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yunita Rahmawati, Iys Nur Handayani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















