SI JIWA TANGGUH: INOVASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TERDAMPAK BANJIR UNTUK PEMULIHAN KESEHATAN FISIK DAN PSIKOLOGIS DAN SOSIAL
Keywords:
flood, community service, community empowerment, post-disaster healthAbstract
Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan merupakan wilayah permukiman perkotaan yang rentan terhadap bencana banjir, dengan sekitar 70–80% wilayah terdampak pada kejadian banjir besar di Provinsi Sumatera Utara. Dampak banjir tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga meningkatkan risiko masalah kesehatan fisik seperti diare, penyakit kulit, dan ISPA, serta masalah psikologis berupa stres, kecemasan, dan trauma. Hasil identifikasi awal menunjukkan lebih dari 60% keluarga mengalami keluhan kesehatan pascabencana, sementara sistem pemantauan kesehatan masih bersifat manual dan tidak terstruktur. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas komunitas dalam pemulihan kesehatan fisik dan psikososial pascabencana melalui inovasi teknologi SI JIWA TANGGUH (Sistem Informasi Jaga Individu dan Warga Agar Tangguh). Program dilaksanakan menggunakan pendekatan community empowerment dan participatory action approach dengan melibatkan mitra Kelompok PKK (±25–30 kader) dan Karang Taruna (±20–25 anggota). Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan skrining kesehatan dan Psychological First Aid (PFA), penerapan aplikasi SI JIWA TANGGUH untuk pendataan dan monitoring kesehatan, pendampingan serta evaluasi, dan penguatan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan capaian pada mitra PKK berupa 90% kader mengikuti pelatihan, 85% mampu menggunakan aplikasi, dan 94% data keluarga terdampak berhasil terinput. Selain itu, 80% kader mampu melakukan skrining kesehatan mandiri dan peningkatan pemahaman kader mencapai 82%. Pada mitra Karang Taruna, pemahaman literasi kesehatan mental dan PFA mencapai 80%, kampanye sosial menghasilkan 6 media edukasi dan menjangkau 130 warga, serta terbentuk kegiatan pendampingan pemuda berkelanjutan. Program ini menghasilkan perubahan sosial berupa terbentuknya sistem monitoring kesehatan komunitas berbasis digital, meningkatnya kesadaran kesehatan fisik dan mental pascabencana, munculnya pemimpin lokal, serta terbangunnya jejaring kolaborasi pentahelix. Dengan demikian, SI JIWA TANGGUH efektif sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi untuk meningkatkan ketahanan komunitas pascabencana dan berpotensi direplikasi pada wilayah rawan banjir lainnya.
References
World Health Organization. Health emergency and disaster risk management framework. Geneva: WHO; 2019.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana. Jakarta: Kemenkes RI; 2020.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Risiko bencana Indonesia. Jakarta: BNPB; 2021.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia. Pedoman pemberdayaan masyarakat desa dalam penanggulangan bencana. Jakarta: Kemendes PDTT; 2021.
Rachmawati R, Purnama SG, Suryani D. Community-based disaster preparedness to improve resilience in flood-prone areas. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2021;16(2):89–97.
Suryanto, Herdiana I, Alfian IN. Psychological first aid and community resilience after disaster. Psychology Research and Behavior Management. 2020;13:545–554.
Putra A, Nurdin Y, Safrizal. Peran kader kesehatan dalam pemulihan pascabencana berbasis masyarakat. Jurnal Keperawatan Indonesia. 2022;25(1):45–53.
Ministry of Health Republic of Indonesia. National guideline for integrated community health services (Posyandu). Jakarta: MoH RI; 2020.
Lestari W, Rahmawati I, Setyawan H. Digital health innovation to support primary health care in disaster settings. BMC Health Services Research. 2022;22:1187.
Nugroho A, Santoso B. Empowering women groups for post-disaster economic recovery. Journal of Community Empowerment. 2021;6(3):201–209.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Panduan Program Mahasiswa Berdampak. Jakarta: Kemendikbudristek; 2024.
Pratama R, Hidayat A. Mobile-based health monitoring for disaster-affected communities. International Journal of Medical Informatics. 2023;169:104901.
United Nations Office for Disaster Risk Reduction. Sendai framework for disaster risk reduction 2015–2030. Geneva: UNDRR; 2015.
Wahyuni S, Harahap A. Integrasi layanan kesehatan fisik dan psikososial pada masyarakat pascabencana. Jurnal Ilmu Keperawatan. 2023;11(2):134–142.
Badan Pusat Statistik. Statistik bencana alam Indonesia. Jakarta: BPS; 2023.
Kementerian Sosial Republik Indonesia. Pedoman perlindungan sosial bagi korban bencana. Jakarta: Kemensos RI; 2021.
Susanto T, Purwandari R, Wuryaningsih EW. Community empowerment model for disaster resilience in rural areas. Nurse Media Journal of Nursing. 2020;10(3):289–300.
Yuliana Y, Sari DP. Peran perguruan tinggi dalam penguatan kapasitas masyarakat pascabencana. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 2022;7(2):115–123.
Rahman A, Reniers G, Shoma FN. Community-based disaster risk reduction: A systematic review. International Journal of Disaster Risk Reduction. 2021;56:102095.
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Peran pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana. Jakarta: Kemendagri; 2020.
Sulaiman A, Fitriani E. Teknologi tepat guna untuk pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana. Jurnal Teknologi dan Pemberdayaan Masyarakat. 2021;5(1):33–41.
Hapsari ED, Nisman WA. Integrasi layanan kesehatan primer dan kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia. 2020;9(4):178–185.
United Nations Development Programme. Community recovery after disaster: Guidelines for resilience building. New York: UNDP; 2020.
Kurniawan D, Prasetyo A. Pemanfaatan aplikasi kesehatan berbasis mobile pada masyarakat terdampak bencana. Jurnal Informatika Kesehatan Indonesia. 2023;4(2):67–75.
Wulandari RD, Mubasyiroh R. Peran kader kesehatan dalam mitigasi dan pemulihan bencana. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2021;31(1):1–10.
International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies. Community-based health and first aid in emergencies. Geneva: IFRC; 2019.
Nurhayati N, Anwar K. Pemberdayaan UMKM pascabencana untuk pemulihan ekonomi lokal. Jurnal Ekonomi Pembangunan Daerah. 2022;6(3):210–219.
Lestari KS, Wijayanti D. Pendampingan psikososial berbasis komunitas pada korban bencana alam. Jurnal Psikologi Sosial. 2021;19(2):98–106.
Kemendikbudristek Republik Indonesia. Indikator kinerja utama dan penilaian capaian pembelajaran mahasiswa berbasis pengabdian kepada masyarakat. Jakarta: Kemendikbudristek; 2023.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Adventy Riang Bevy Gulo, Siska Dwi Ningsih, Harold Situmorang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















