EDUKASI PENCEGAHAN HIPERTENSI DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS DI TACCIRI, KEL. LEMBANG PARANG, KEC. BAROMBONG, KAB. GOWA TAHUN 2025
Keywords:
hipertensi, tekanan darah tinggi, faktor risiko, dampak hipertensiAbstract
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling sering terjadi di seluruh dunia dan menjadi faktor risiko utama penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah yang persisten hingga mencapai atau melebihi 140/90 mmHg. Kondisi ini sering disebut sebagai silent killer karena umumnya tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, namun dapat menyebabkan kerusakan organ yang serius dalam jangka panjang. WHO menekankan bahwa faktor risiko hipertensi meliputi pola makan tinggi garam, kurang aktivitas fisik, obesitas, konsumsi alkohol berlebihan, dan stres. Sementara itu, UNICEF menyoroti bahwa beban hipertensi tidak hanya berdampak pada individu dewasa, namun juga memberikan pengaruh pada kesehatan keluarga, terutama jika terjadi pada orang tua yang menjadi penanggung jawab kesejahteraan anak. Dampak hipertensi menurut WHO meliputi komplikasi seperti penyakit kardiovaskular, stroke, gangguan ginjal, serta penurunan kualitas hidup akibat gejala kronis dan pengobatan jangka panjang. Selain itu, beban ekonomi akibat penanganan medis dan kehilangan produktivitas turut menambah dampak jangka panjang pada masyarakat. Dengan memahami faktor risiko, pencegahan, dan konsekuensi hipertensi, diharapkan upaya promotif dan preventif dapat ditingkatkan guna menurunkan angka kejadian dan komplikasi penyakit ini.
References
Li, L., Shen, X., Zeng, G., Huang, H.-W., Chen, Z., Wang, X., & Yang, S. (2023). Sexual violence against women remains problematic and highly prevalent around the world. BMC Women’s Health.
Rofiqi, A. Z., Zainuddin, Z., & Sukitman, T. (2025). Analisis Bentuk Kekerasan Seksual di Lingkungan Sekolah Dasar Pada SDN PANDIAN 1.
Saefudin, Y., Wahidah, F. R. N., Susanti, R., Adi, L. K., & Putri, P. M. (2023). Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan Perlindungan Hukum bagi Korban Kekerasan Seksual di Indonesia.
Samodro, D., Zempi, C. N., & Satrio, J. (2022). Pemahaman Kelompok Masyarakat di Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok terhadap Undang- Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Ikra-Ith Abdimas.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Jakarta: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kemenkes RI. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Infodatin: Tetap Produktif, Cegah,
dan Atasi Diabetes Melitus. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI. National Sugar Summit. (2023). Data Konsumsi Gula Indonesia 2013-2023. Jakarta:
National Sugar Summit.
Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). (2021). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia. Jakarta: PB PERKENI.
Soewondo, P., Ferrario, A., & Tahapary, D. L. (2013). Challenges in diabetes management in Indonesia: a literature review. Globalization and Health, 9(1), 63.
Tim Peneliti Universitas Indonesia. (2019). Analisis Biaya Pengobatan Diabetes Melitus dan Komplikasinya di Indonesia. Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.
World Health Organization. (2023). Global Report on Diabetes. Geneva: WHO Press. World Health Organization South-East Asia Region. (2024). Diabetes in Indonesia:
Country Profile 2024. New Delhi: WHO SEARO.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Andi Suriyani, Dewi Hestiani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















