PENGOLAHAN RUMPUT LAUT MENJADI CEMILAN SEHAT “SEASWEET” BAGI MASYARAKAT PESISIR JENEPONTO
Keywords:
Rumput Laut, Cemilan Sehat, Seasweet, Pemberdayaan Masyarakat, Masyarakat PesisirAbstract
Rumput laut merupakan komoditas unggulan masyarakat pesisir Jeneponto, namun selama ini sebagian besar hanya dimanfaatkan dalam bentuk mentah sehingga nilai tambahnya rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan keterampilan sederhana kepada masyarakat pesisir dalam mengolah rumput laut Eucheuma cottonii menjadi produk manisan sehat bernama “Seasweet”. Metode kegiatan meliputi edukasi nilai gizi rumput laut, pelatihan pengolahan manisan rumput laut dengan peralatan rumah tangga, pendampingan pengemasan sederhana, serta uji pasar awal terhadap 10 responden remaja dan ibu rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mempraktikkan seluruh tahapan produksi dengan baik dan menghasilkan manisan dengan tekstur kenyal, rasa manis, dan aroma segar. Produk dikemas dalam standing pouch transparan dengan label sederhana sehingga memiliki nilai jual awal. Uji pasar menunjukkan rata-rata skor positif: rasa (4,5), aroma (4,0), tekstur (4,3), kemasan (4,1), harga (3,8), dan niat beli ulang (4,6). Temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki minat untuk mengembangkan Seasweet sebagai usaha skala rumah tangga. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemanfaatan rumput laut sebagai manisan sehat dapat meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan peluang ekonomi masyarakat pesisir secara sederhana dan berkelanjutan.
References
Agustin, N., & Nurhayati, E. (2022). Pemberdayaan masyarakat melalui diversifikasi produk olahan rumput laut. Jurnal Abdi Pangan, 3(1), 45–53.
Arifin, D., Saputra, Y., & Rahman, F. (2023). Empowering Coastal Communities through
Bioedupreneurship: Case Study of Seaweed-Based Products. Journal of Sustainable
Entrepreneurship, 12(1), 89-105.
Asra, R., Lestari, D. P., & Wulandari, S. (2020). Preferensi konsumen terhadap makanan sehat dan alami di Indonesia. Jurnal Gizi dan Pangan, 15(2), 85–96.
Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Perikanan Budidaya Indonesia. https://www.bps.go.id
FAO. (2021). The State of World Fisheries and Aquaculture 2020. Food and Agriculture
Organization.
Fitriani, A., Hidayat, R., & Sari, P. (2024). The Role of Seaweed in Coastal Ecosystem
Sustainability in Indonesia. Marine Ecology Journal, 16(2), 134-150.
Global Aquaculture Alliance. (2023). Seaweed Production Trends in Southeast Asia. Retrieved from https://www.aquaculturealliance.org
Hadi, A., & Suwandi, R. (2021). Nutrisi dan potensi antioksidan rumput laut sebagai pangan fungsional. Jurnal Teknologi Hasil Perikanan, 14(1), 12–21.
Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2023). Laporan Tahunan Potensi dan Pengelolaan
Sumber Daya Laut Indonesia. Jakarta: KKP.
Prasetyo, B., & Andriani, S. (2023). Sustainable Seaweed Farming Practices in Indonesia:
Challenges and Opportunities. International Journal of Marine Science, 15(4), 211-227.
Rahman, T., & Hidayat, S. (2021). Kearifan Lokal dalam Pengelolaan Sumber Daya Pesisir.
Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya, 10(3), 210-220.
Setiawan, B. (2020). Potensi Rumput Laut di Indonesia: Peluang dan Tantangan. Media
Akuakultur, 15(1), 67-75.
United Nations. (2023). Sustainable Development Goals Report 2023. New York: United
Nations.
Wa Ode, Y. R., Ningsih, S., & Rahman, A. (2021). Pelatihan pengolahan rumput laut menjadi camilan crispy bagi masyarakat pesisir. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bahari, 6(2), 77–84.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Eka Apriyanti, Abdul Gafur, Hartini Hartini, Muh. Riswan R, Istiqomah Istiqomah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















