GERAKAN HIJAU MELALUI PENGOLAHAN SAMPAH DAUN: MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BERSIH DAN PRODUKTIF
Keywords:
Pengomposan, sampah daun kering, edukasi lingkungan, partisipasi sekolah, kompos organikAbstract
Permasalahan pengelolaan sampah, khususnya sampah daun kering, masih menjadi tantangan di berbagai lingkungan pendidikan. Di SDN 2 Sindangkasih, sampah daun kering umumnya hanya dikumpulkan dan dibakar sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Program pengabdian masyarakat Gerakan Green Community: Mengolah Limbah Daun Menjadi Nutrisi untuk Bumi bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa serta orang tua dalam mengelola sampah daun kering melalui pembuatan kompos. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung dengan pendekatan edukatif-partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai jenis sampah, bahaya pembakaran sampah organik, serta manfaat kompos. Peserta mampu mempraktikkan proses pencacahan daun, pencampuran aktivator, fermentasi, hingga penyimpanan kompos dengan benar. Selain itu, terjadi perubahan perilaku yang terlihat dari meningkatnya kesadaran untuk tidak membakar sampah daun dan mulai memanfaatkannya sebagai pupuk organik. Program ini juga mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang lebih bersih, hijau, dan produktif berkat pemanfaatan kompos untuk penghijauan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil menumbuhkan budaya peduli lingkungan serta memberikan keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di rumah maupun sekolah.
References
Argarini, D. F., Rochsun, N. S., & Litik, B. S. Y. (2023). Pelatihan pembuatan pupuk kompos dari daun kering.Mahanani, A. P., Pasaribu, N. P., & Purwakusuma, W. (2020). Sosialisasi Pembuatan Kompos Sebagai Upaya Menanggulangi Sampah Organik Di Desa Sirnagalih. Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat, 2(4), 632-636.
Atmanti, H. D. (2023). Kajian pengelolaan sampah di Indonesia. Pembangunan Berkelanjutan Di Indonesia Dalam Mewujudkan Tujuan Ekonomi Inklusif, 15-27.
Bronfenbrenner, U. (2021). The ecology of human development: Experiments by nature and design. Harvard University Press.
Ghosh, S., Banerjee, T., & Chattopadhyay, A. (2022). Leaf composting as a sustainable waste management strategy in green environments. Journal of Environmental Sustainability, 14(2), 115–127.
Kolb, D. A. (2020). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Pearson Education.
Kollmuss, A., & Agyeman, J. (2022). Mind the gap: Why do people act environmentally and what are the barriers to pro-environmental behavior? Environmental Education Research, 28(4), 513–531.
Mahanani, A. P., Pasaribu, N. P., & Purwakusuma, W. (2020). Sosialisasi Pembuatan Kompos Sebagai Upaya Menanggulangi Sampah Organik Di Desa Sirnagalih. Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat, 2(4), 632-636.
Michie, S., West, R., & Atkins, L. (2021). The behaviour change wheel: A guide to designing interventions. UK: Silverback Publishing.
Rahmawati, A. F., & Syamsu, F. D. (2021). Analisis pengelolaan sampah berkelanjutan pada wilayah perkotaan di indonesia. Jurnal Binagogik, 8(1), 1-12.
Rahmawati, A., & Syamsu, R. (2021). Pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan edukasi lingkungan berkelanjutan. Jurnal Pengelolaan Lingkungan, 7(3), 155–166.
Tanjung, Y., Saputra, S., & Hardiyanto, S. (2021). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Penggunaan Media Sosial Untuk Pemasaran Produk Inovasi Jeruk Siam. 5(6), 3091–3103. https://doi.org/10.31764/jmm.v5i6.5435
UNESCO. (2020). Education for Sustainable Development: A roadmap. Paris: UNESCO Publishing.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nadia Tsamrotu Tazkiyah, Ravina Azhar Alfiyyah, Rizqa Mardhiah, Saskia Dwi Anastasya, Susanti Ariyanti, Tasya Ramadhani, Tatu Helsa Aulia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















