PERAN KULIAH KERJA NYATA DALAM MENDUKUNG PROGRAM STUNTING FREE MELALUI EDUKASI KELUARGA SEHAT DI DESA LAMPENAI, KECAMATAN WOTU, KABUPATEN LUWU TIMUR

Authors

  • Abd Wafiq universitas islam negeri palopo
  • Nur Fadhila universitas islam negeri palopo
  • Miftahul jannah universitas islam negeri palopo
  • Inka sari universitas islam negeri palopo
  • ilfa fitriani arif universitas islam negeri palopo
  • Putri nur universitas islam negeri palopo
  • lilla mustika uin palopo
  • Muh fachri aidil akbar universitas islam negeri palopo
  • Nisrina atirah budi universitas islam negeri palopo
  • Pinkan novia febiola universitas islam negeri palopo
  • Aulia putri universitas islam negeri palopo
  • Ria Amelinda Universitas Islam Negeri Palopo

Keywords:

KKN, Stunting, Family Health , ABCD, Community Empowerment, Lampenai Village

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Stunting-Free dan Keluarga Sehat yang dilaksanakan oleh mahasiswa UIN Palopo pada Posko 3-3 di Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang berfokus pada pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan keluarga. Desa Lampenai memiliki potensi sumber daya yang besar, namun masih menghadapi berbagai permasalahan dalam kesehatan masyarakat, seperti rendahnya pengetahuan ibu hamil dan ibu balita mengenai gizi seimbang, pemanfaatan posyandu yang belum optimal, kurangnya edukasi terkait kesehatan reproduksi remaja putri, serta minimnya pemanfaatan pekarangan sebagai kebun gizi. Kegiatan KKN ini menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), yang menitikberatkan pada pemanfaatan aset individu, sosial, fisik, dan budaya yang dimiliki desa.Serangkaian program dilaksanakan, antara lain pelatihan kader gizi, pembuatan video edukasi visual, penyusunan buku resep lokal bergizi, demo masak keluarga sehat, senam lansia mingguan, gotong royong kebersihan lingkungan, dan pembuatan taman TOGA. Implementasi kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat, mengoptimalkan peran kader posyandu, mendorong perilaku hidup bersih dan sehat, serta memperkuat ketahanan pangan keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas kader, meningkatnya kesadaran keluarga terhadap gizi seimbang dan tumbuh kembang anak, serta terbentuknya wadah edukasi berkelanjutan melalui media visual dan kebun TOGA.Dengan demikian, program KKN ini memberikan dampak positif dalam upaya mewujudkan Desa Lampenai sebagai desa Stunting-Free dan berorientasi pada kesehatan keluarga. Selain itu, pendekatan ABCD terbukti efektif dalam melibatkan partisipasi masyarakat secara aktif serta menjadi model pemberdayaan yang dapat diterapkan di wilayah lain.

References

Afandi et al., "Pemberdayaan Komunitas melalui ABCD," Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2022.

Badan Pusat Statistik, Sensus Penduduk Desa Lampenai 2024 (Jakarta: BPS, 2024), hlm. 67.

Badan Pusat Statistik, Survei Status Gizi Balita Luwu Timur 2024 (Makassar: BPS Sulsel, 2024),

hal. 56.

Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur, Evaluasi Fasilitas Posyandu (Luwu Timur: Dinkes,

, hal. 33.

Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur, Laporan Posyandu Wotu 2024 (Luwu Timur: Dinkes,

, hal. 28.

Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Timur, Statistik Pendidikan Kecamatan Wotu (Luwu Timur:

Dinas Pendidikan, 2023), hlm. 34.

Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Luwu Timur, Profil Desa Pesisir Wotu (Luwu Timur:

Dinas Pertanian, 2024), hlm. 23.

Journal Ummat, "Peran kesehatan lingkungan dalam pencegahan stunting," 2025.

Kementerian Desa PDT, Pedoman Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Aset (Jakarta: Kemendes,

, hal. 78.

Kementerian Kesehatan RI, Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Jakarta:

Kemenkes, 2021), hlm. 23.

Koperasi Desa Lampenai, Laporan Usaha Kecil Menengah 2024 (Lampenai: Koperasi Desa,

, hlm. 29.

Kretzmann, John P. dan McKnight, John L., Building Communities from the Inside Out: A Path

Toward Finding and Mobilizing a Community's Assets (Chicago: ACTA Publications,

, hal. 25

Kretzmann, John P. dan McKnight, John L., Building Communities from the Inside Out (Chicago:

ACTA Publications, 1993), hlm. 25.

Laporan Monitoring Pembangunan Desa Lampenai, Evaluasi Infrastruktur 2024 (Luwu Timur:

Pemkab, 2024), hlm. 72.

Nugraheni, S. dan Hartono, R., "Community-Based Health Intervention for Stunting

Prevention," Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2020.

Odum, John, Asset-Based Community Development: A Manual (London: ABCD Institute, 2010),

hal. 67.

Pemerintah Kecamatan Wotu, Peta Kawasan Strategis Kecamatan Wotu (Wotu: Pemkab Luwu

Timur, 2022), hlm. 12.

Tim KKN UIN Palopo, Pedoman Pelaksanaan ABCD KKN Stunting-Free, 2025.

Downloads

Published

2025-12-15

How to Cite

Wafiq, A., Fadhila, N., jannah, M., sari, I., arif, ilfa fitriani, nur, P., mustika, lilla, akbar, M. fachri aidil, budi, N. atirah, febiola, P. novia, putri, A., & Amelinda, R. (2025). PERAN KULIAH KERJA NYATA DALAM MENDUKUNG PROGRAM STUNTING FREE MELALUI EDUKASI KELUARGA SEHAT DI DESA LAMPENAI, KECAMATAN WOTU, KABUPATEN LUWU TIMUR . Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(06), 3028–3035. Retrieved from https://gembirapkm.my.id/index.php/jurnal/article/view/1456