PELESTARIAN TRADISI TOLAK BALA MELALUI VIDEO EDUKASI (STUDI KASUS: DESA CENDANA, LUWU TIMUR)
Keywords:
Tolak bala; educational videos; Asset Based Community Development (ABCD); local wisdom; smart village.Abstract
Tradisi Tolak Bala merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Desa Cendana, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur yang masih dilestarikan hingga kini. Ritual ini memiliki makna religius dan sosial yang kuat sebagai bentuk doa bersama untuk menolak bahaya dan mempererat solidaritas warga. Akan tetapi, seiring perkembangan zaman pemahaman generasi muda terhadap nilai filosofis tradisi ini mulai memudar. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk mendukung pelestarian tradisi tolak bala melalui pembuatan video edukasi sebagai media dokumentasi dan pembelajaran berbasis digital. Kegiatan ini menggunakan metode ABCD (Asset Based Community Development) dengan melalui beberapa tahapan seperti discovery, dream, design, destiny, serta reflesi dan evaluasi. Video edukasi kemudian disebarluaskan melalui media sosial seperti tiktok dan instagram untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada masyarakat luas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan media digital mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal, sekaligus menjadi bentuk penerapan konsep smart village yang mengintegrasikan teknologi informasi dengan pelestarian nilai-nilai budaya dan religius. Sehingga, kegiatan tersebut membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi sarana efektif dalam mempertahankan kearifan lokal dan memperkuat identitas budaya masyarakat setempat.
References
Cristie Agustina br Angkat, M. Z. H. L. dan L. D. C., & Utami Ginting. (2024). Warisan Budaya Karo Yang Terancam Upaya Pelestarian Dan Pengembangan Tradisi Topeng Tembut-Tembut. Jurnal Cakrawala Ilmiah, 3(8), 3–8. https://www.bajangjournal.com/index.php/JCI/article/view/7652
Jayanti, E., & Eriyanti, F. (2023). Makna Ritual Tolak Bala Ghatib Beghanyut bagi Masyarakat di Kelurahan Kampung Dalam Kabupaten Siak Provinsi Riau. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 9(4), 1295. https://doi.org/10.32884/ideas.v9i4.1535
Karlina, M., & Eriyanti, F. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi kebertahanan upacara “tolak bala” pada masyarakat nelayan di Pesisir Selatan. Jurnal Riset Tindakan Indonesia, 7(4), 682–690. https://jurnal.ncet.org/index.php/jrti
Lisman, R., Darmaiza, D., & Wahyuni, D. (2023). Safeguarding Communities: Exploring the Tradition of Tolak Bala in Nagari Bungus. Journal of Contemporary Rituals and Traditions, 1(1), 25–42. https://doi.org/10.15575/jcrt.212
LoisChoFeer, A. J., & Darmawan, D. R. (2021). Tradisi Tolak Bala Sebagai Adaptasi Masyarakat Dayak Desa Umin Dalam Menghadapi Pandemi Di Kabupaten Sintang. Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, & Antropologi, 5(1), 53. https://doi.org/10.20961/habitus.v5i1.53723
Mariana, E., Mawaddah, S., & Yusuf, M. (2025). Public Perception of the Tradition of the Ritual of Rejecting the Bala Before Planting Rice in Pasir Tinggi Village , South Teupah District , Simeulue Regency. 11(1), 131–144.
Mondong, T. I., & Saleh, O. (2021). Masoro: Tradisi Tolak Bala Masyarakat Suku Bajo Torosiaje. Jambura History and Culture Journal, 3(1), 1–14. https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jhcj/article/view/19373%0Ahttps://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jhcj/article/viewFile/19373/6351
Triadityansyah, M., Kamuli, S., & Djaafar, L. (2025). Revitalisasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Civic Culture: Studi Kasus Tradisi Tolak Bala di Kabupaten Buol. Journal of Moral and Civic Education, 9(1), 26–35. https://doi.org/10.24036/8851412912025856.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Inayah Azza S., Marwana, Muh. Fahrul, Maulana Putra S., Della Puspita Sari, Nur Padila B, Reskiani, Ramlah, Nurhafidah, Miftahul Nurjannah, Sofya, Hisbullah Hisbullah, Muh. Ruslan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















