PENERAPAN TEKNOLOGI BIOPORI SEBAGAI UPAYA PENGELOLAAN SAMPAH MAKANAN BERGIZI GRATIS PADA SISWA KELAS VI MI NAGARAKASIH 2
Keywords:
Biopore, waste, managementAbstract
Permasalahan sampah organik di Indonesia masih menjadi tantangan besar, terutama di lingkungan sekolah sebagai penghasil sampah harian yang cukup tinggi. Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di MI Nagarakasih 2 turut meningkatkan volume sisa makanan yang berpotensi menumpuk apabila tidak dikelola dengan baik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam mengelola sampah organik melalui penerapan teknologi Lubang Resapan Biopori (LRB) melalui program GEBIZI (Gerakan Biopori Sampah Makanan Bergizi). Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pre-test dan post-test, simulasi pemilahan sampah, serta praktik langsung pembuatan lubang biopori. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dibuktikan melalui uji Wilcoxon dengan p-value 0,011. Siswa juga mampu menerapkan teknik biopori secara mandiri, menghasilkan lubang biopori berisi sampah organik yang dapat dipanen menjadi kompos dalam satu bulan. Kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan literasi lingkungan, pengurangan timbulan sampah makanan, serta pembentukan perilaku pengelolaan sampah yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.
References
Dewi, A., Pratama, R., Malkan, K., Ibrahim, A., Aprilia, J., & Anataya. (2024). Pelatihan penerapan lubang resapan biopori sebagai penanggulangan penumpukan sampah organik. Indonesian Journal of Community Service and Innovation (IJCOSIN), 4(1), 75–82.
Fitriani, L., & Rosdiana, R. (2022). Pengurangan sampah rumah tangga melalui pemanfaatan lubang biopori di Desa Talok. Jurnal Abdi Desamukti, 3(1), 20–29.
Hapsari, R., & Wibowo, T. (2020). Implementasi biopori sebagai strategi pengurangan sampah organik rumah tangga. Jurnal Teknologi Lingkungan, 21(2), 149–157.
Hidayah, N., & Susanto, A. (2021). Dampak biopori terhadap penurunan genangan air dan peningkatan infiltrasi. Jurnal Hidrologi Tropis, 6(1), 25–32.
Kolb, D. A. (1984). Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development. New Jersey: Prentice Hall.
Nardiansyah, A. (2025). Lubang resapan biopori sebagai alternatif pengolahan sampah organik berkelanjutan. Jurnal Krisakti, 2(1), 1–6.
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.
Pratiwi, S., & Anggara, F. (2020). Penerapan biopori dalam pengurangan sampah organik di lingkungan pemukiman. Jurnal Pengelolaan Lingkungan, 11(2), 77–85.
Putri, Y., Widnyana, M., & Artawan, G. (2021). Edukasi biopori meningkatkan pemahaman warga Denpasar terhadap pengelolaan sampah organik. Jurnal Abdi Masyarakat Bali, 5(2), 102–110.
Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN). (2025). Capaian Kinerja Pengelolaan Sampah. Diakses 14 November 2025 dari https://sipsn.menlhk.go.id/
Suryani, E., Saputra, H., & Rahman, M. (2022). Pengaruh lubang resapan biopori terhadap peningkatan kualitas tanah dan organisme tanah. Jurnal Ekologi Tanah Indonesia, 12(1), 33–41.
Widya, C., Supriyanti, N., Andianti, R., & Zulkifli, M. (2021). Statistik Lingkungan Hidup Indonesia 2021. Badan Pusat Statistik.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Hafni Rahmiani, Muhammad Ilham Daelami, Tiara Nurul Nazmi, Tyara Pratama Yuniar, Suci Rahmawati, Riana Raudatul Jannah, Asma Nadia Ramadanti, Nova Ayu Gumilang, Agniya Salsabila Sampurna, Zulfa Marwatus Sa'adah, Putri Aulia Yasmin, Elis Amalia Yusramadhani, Bela Septia Sari, Nissa Noor An-Nashr, Bela Kusuma Dewi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















